Well, everyone knows it's going to the end of 2010
Perasaan baru kemarin saya merancang 'resolusi 2010' haha, ada 17 resolusi yang saya buat sesuai dengan usia saya di tahun 2010 ini --> 17 tahun. Setelah saya teliti lagi, ada beberapa yang resolusinya tercapai. Salah satunya adalah masuk ranking 3 besar, dan hasilnya........ TADA! saya ranking ke 2. Hehe :')
Ada juga resolusinya yang gak tercapai dan memang yakin gak akan tercapai sih. Resolusinya 'dapet ucapan selamat ulang tahun dari Jonas Brothers' HAHA mimpi Jiiiiiihh, emang Jonas Brothers peduli sama kamu? wkwkwk
Sudah!
Sekarang untuk resolusi yang belum tercapai tapi sudah hampir tercapai, yaitu buat 1 buah novel (lagi). Setelah vakum 2 tahun gak buat novel karena trauma (traumanya naskah novel pertama dan ke dua lenyap seketika). Akhirnya, novel yang ke 3 ini hampir selesai (sudah memasuki lembar ke 80, tinggal 20 lembar lagi untuk mencapai 100 YEAH!!) target hari ini atau besok sudah selesai novelnya, haha amiin
Tapi ada satu hal dari resolusi itu yang sebenarnya bisa saya capai, tapi ternyata saya tidak mampu. Apa itu? umm, kalau di tulis di blog ini, ntar orangnya bisa baca, ah jangan aaah (gak jelas)
Yo wess, balik lagi ke judul...
Goodbye 2010, Welcome 2011, Semakin dekat deh 2012 (Jeng Jeng Jeng!!!)
haha, 2012 kalian percaya dengan isu yang beredar? Wallahualam
oke, di tahun 2011 nanti saya akan menghadapi UN dan menjadi mahasiswa di suatu universitas (amin!) menjalani rutinitas baru sebagai mahasiswa, dan itu berarti akan pisah dengan teman-teman SMA :((
jujur, gak mau banget pisah dengan mereka. Kita udah seperti keluarga. Tapi mau gak mau di 2011 ini kita akan menjalani jalan masing-masing, tapi yakin hati kita sudah terpaut satu sama lain ya kan? hehe :'D
hmm, coba kita renungi lagi apa aja yang udah kita capai di tahun 2010. Apa yang harus kita perbaiki untuk tahun 2011? apa target kita? apa yang mau kita rubah? semuanya sebaiknya terancang, walau memang yang berbau 'spontan' terkadang bisa lebih baik.
Jadi, semoga akhir tahun 2010 ini menjadi kenangan yang indah untuk kita kenang di 2011 dan tahun 2011 bisa menjadi tahun yang lebih indah dibanding 2010. Bismillah.
Jumat, 24 Desember 2010
Kamis, 16 Desember 2010
Demi Lovato
Kali ini saya akan ngomongin Demi Lovato, eeeits bukan gosip! saya cuma ingin mengeluarkan unek-unek saya tentang Demi Lovato gitu doang kok.
Well ayo kita mulai, Demi Lovato lahir di Dallas, Texas, Amerika Serikat tanggal 20 agustus tahun 1992. Berarti dia tua setaun dari saya. Artis Disney Production dan juga seorang penyanyi. Sejak kecil ia sudah exist, terbukti dengan perannya sebagai Angela di film Barney and Friends. Ke-exist-annya melejit setelah ia bermain di film Camp Rock bersama Jonas Brothers yang kini ada sekuelnya Camp Rock 2 The Final Jam.
Jujur, saya juga pertama kali mengetahui Demi Lovato yang mempunyai nama asli Demetria Devonne Lovato ini ketika menonton film Camp Rock. Setelah itu saya mulai mendengar musik-musiknya. Awalnya biasa aja, gak begitu suka banget. Tapiii, ketika mendengar lagu LA LA LAND saya langsung suka banget dengan lagu dan musik Demi Lovato. Mungkin juga karena liriknya bagus (bagi saya).
Ya, lirik lagu! banyak lirik di lagu Demi Lovato yang kebetulan sesuai dengan apa yang sedang saya alami. Contohnya lagu This Is Me, berkat lirik di lagu itu juga saya menjadi punya semangat untuk menjadi diri saya sendiri, apa adanya dan tidak dibuat-buat. trus lagu Believe In Me bagus banget nih lagu (menurut saya) karena (lagi-lagi) liriknya 'ngena' langsung ini bukan lagu tentang cinta tapi tentang diri sendiri yaaa seperti memotivasi diri gitu. Selain itu juga ada lagu Gift Of A Friend, lirik di lagu itu beneran ngebuka mata kita banget bahwa sahabat itu penting! (fyi, itu soundtrack film tinkerbell). Masih banyak lagi lagu yang bener-bener 'pas' untuk saya dan bahkan mungkin untuk anda juga untuk seluruh remaja putri di dunia ini. Seperti Different Summer, Stronger, Next To Me, Move Me, Behind Enemy Lines, hmmm oke gak mungkin saya sebutin di sini. Tapi yang pasti banyak banget lirik yang memotivasi diri saya. Coba deh dengerin lagu-lagu itu, terutama liat liriknya. Haha, musiknya kebanyakan energik khas Demi Lovato yang suka banget dengan genre Rock n Roll.
hmm, selain Demi Lovato juga ada Miley Cyrus yang lagunya bener-bener memotivasi diri. Contohnya : The Climb, When I Look At You, Finally Home, Every Part Of Me, Just Stand Up. Lagu-lagu itu cocok didengerin ketika kita sedang tidak semangat dalam hidup atau butuh motivasi.
Sepertinya saya sudah cukup banyak ngomongin tentang lagu yang memotivasi, sekarang back to Demi Lovato.
Apa lagi? udah deh ya sebenernya saya hanya ingin ngomongin tentang lagunya Demi ;D
Well ayo kita mulai, Demi Lovato lahir di Dallas, Texas, Amerika Serikat tanggal 20 agustus tahun 1992. Berarti dia tua setaun dari saya. Artis Disney Production dan juga seorang penyanyi. Sejak kecil ia sudah exist, terbukti dengan perannya sebagai Angela di film Barney and Friends. Ke-exist-annya melejit setelah ia bermain di film Camp Rock bersama Jonas Brothers yang kini ada sekuelnya Camp Rock 2 The Final Jam.
Jujur, saya juga pertama kali mengetahui Demi Lovato yang mempunyai nama asli Demetria Devonne Lovato ini ketika menonton film Camp Rock. Setelah itu saya mulai mendengar musik-musiknya. Awalnya biasa aja, gak begitu suka banget. Tapiii, ketika mendengar lagu LA LA LAND saya langsung suka banget dengan lagu dan musik Demi Lovato. Mungkin juga karena liriknya bagus (bagi saya).
Ya, lirik lagu! banyak lirik di lagu Demi Lovato yang kebetulan sesuai dengan apa yang sedang saya alami. Contohnya lagu This Is Me, berkat lirik di lagu itu juga saya menjadi punya semangat untuk menjadi diri saya sendiri, apa adanya dan tidak dibuat-buat. trus lagu Believe In Me bagus banget nih lagu (menurut saya) karena (lagi-lagi) liriknya 'ngena' langsung ini bukan lagu tentang cinta tapi tentang diri sendiri yaaa seperti memotivasi diri gitu. Selain itu juga ada lagu Gift Of A Friend, lirik di lagu itu beneran ngebuka mata kita banget bahwa sahabat itu penting! (fyi, itu soundtrack film tinkerbell). Masih banyak lagi lagu yang bener-bener 'pas' untuk saya dan bahkan mungkin untuk anda juga untuk seluruh remaja putri di dunia ini. Seperti Different Summer, Stronger, Next To Me, Move Me, Behind Enemy Lines, hmmm oke gak mungkin saya sebutin di sini. Tapi yang pasti banyak banget lirik yang memotivasi diri saya. Coba deh dengerin lagu-lagu itu, terutama liat liriknya. Haha, musiknya kebanyakan energik khas Demi Lovato yang suka banget dengan genre Rock n Roll.
hmm, selain Demi Lovato juga ada Miley Cyrus yang lagunya bener-bener memotivasi diri. Contohnya : The Climb, When I Look At You, Finally Home, Every Part Of Me, Just Stand Up. Lagu-lagu itu cocok didengerin ketika kita sedang tidak semangat dalam hidup atau butuh motivasi.
Sepertinya saya sudah cukup banyak ngomongin tentang lagu yang memotivasi, sekarang back to Demi Lovato.
Apa lagi? udah deh ya sebenernya saya hanya ingin ngomongin tentang lagunya Demi ;D
Sabtu, 11 Desember 2010
Puisi - Tanda Tanya
Aku berjalan untuk mencari sebuah arti
Aku berpikir untuk mendapatkan sebuah makna
Aku merenung untuk menemukan sebuah pesan
Aku menatapmu dengan penuh tanda tanya
Kau menatapku dengan penuh misteri
Aku hendak menembus tubuhmu dan menemukan hatimu
Hatimu yang begitu penuh akan tanda tanya
Tapi kau berlari menembus kegelapan
Dan membiarkanku sendiri
Ditemani sepi
Angin yang berhembus menusuk
Dan juga sebuah tanda tanya
Aku berpikir untuk mendapatkan sebuah makna
Aku merenung untuk menemukan sebuah pesan
Aku menatapmu dengan penuh tanda tanya
Kau menatapku dengan penuh misteri
Aku hendak menembus tubuhmu dan menemukan hatimu
Hatimu yang begitu penuh akan tanda tanya
Tapi kau berlari menembus kegelapan
Dan membiarkanku sendiri
Ditemani sepi
Angin yang berhembus menusuk
Dan juga sebuah tanda tanya
Seni dan Sastra
sudah lama gak ngepost di blog, well kali ini kita akan berbicara mengenai...
'seni' dan 'sastra'
okay, banyak orang 'kolot' bilang jadi anak seni masa depannya gak terjamin. HAHA beneran mau ketawa sama orang yang masih punya pemikiran kaya gini.
waduh waduh waduh, sekarang udah 2010 wooy dan mau menuju 2011 masa masih mikir kaya gitu sih??
banyak juga yang bilang jadi orang sastra gak akan kaya, siapa bilang???
liat Andrea Hirata, dapet royalti besar gara-gara novelnya. liat para artis yang sejatinya mereka itu para pelaku seni, banyak yang kaya kan??
lagian 'kaya' itu bukan hanya sekedar m-a-t-e-r-i tapi kaya semua aspek yang positif. kaya akan harta, kaya akan pengetahuan, kaya akan kreatifitas, kaya akan hati daaaan semua aspek itu tercakup dalam para pelaku seni dan sastrawan.
ada seorang guru bahasa indonesia saya di tempat les bilang 'daripada jadi DOKER BIASA aja, mending jadi SENIMAN BESAR. satu lukisan harganya bisa sampe ratusan juta' yap, saya setuju banget!!
entah mengapa banyak orang ingin menjadi dokter, gak salah sih dokter itu pekerjaan yang mulia (lagian saya mau dapet suami seorang dokter, haha) tapiii kalau semuanya jadi dokter ntar pasiennya siapa coba??
lagi pula saya mau melakukan apa yang saya mau lakukan, jadi tidak terikat oleh peraturan.
ada yang bilang orang seni dan sastra itu 'begajulan, terlalu bebas' tapi kalau menurut saya, mereka bebas dan bertanggung jawab. jadi gak asal bebas! mereka bebas untuk suatu kekreatifitasan, mereka bebas untuk menghasilkan 'sesuatu'.
jadi tolong, untuk yang benar-benar punya bakat di seni dan sastra asah bakat itu! jangan melenceng jadi orang hukum, pns, dokter, atau blablabla lalu lupa akan bakat naturally yang ia punya. ah, sayang banget kalo bakat itu dibiarkan gitu aja. bahkan einstein pun berkata imajinasi lebih luas dari pada ilmu pengetahuan. see!! jangan takut untuk berimajinasi, jangan takut untuk jadi pelaku seni, jangan takut untuk jadi sastrawan. lawan rasa takut itu untuk menghasilkan karya besar!!
well, tapi bagus juga sih misalkan pekerjaan tetapnya itu seorang dokter tapi ia juga menjadi seniman (kaya tompi gitu) seperti saya yang ingin menjadi dosen dan juga penulis, haha amin >.<
'seni' dan 'sastra'
okay, banyak orang 'kolot' bilang jadi anak seni masa depannya gak terjamin. HAHA beneran mau ketawa sama orang yang masih punya pemikiran kaya gini.
waduh waduh waduh, sekarang udah 2010 wooy dan mau menuju 2011 masa masih mikir kaya gitu sih??
banyak juga yang bilang jadi orang sastra gak akan kaya, siapa bilang???
liat Andrea Hirata, dapet royalti besar gara-gara novelnya. liat para artis yang sejatinya mereka itu para pelaku seni, banyak yang kaya kan??
lagian 'kaya' itu bukan hanya sekedar m-a-t-e-r-i tapi kaya semua aspek yang positif. kaya akan harta, kaya akan pengetahuan, kaya akan kreatifitas, kaya akan hati daaaan semua aspek itu tercakup dalam para pelaku seni dan sastrawan.
ada seorang guru bahasa indonesia saya di tempat les bilang 'daripada jadi DOKER BIASA aja, mending jadi SENIMAN BESAR. satu lukisan harganya bisa sampe ratusan juta' yap, saya setuju banget!!
entah mengapa banyak orang ingin menjadi dokter, gak salah sih dokter itu pekerjaan yang mulia (lagian saya mau dapet suami seorang dokter, haha) tapiii kalau semuanya jadi dokter ntar pasiennya siapa coba??
lagi pula saya mau melakukan apa yang saya mau lakukan, jadi tidak terikat oleh peraturan.
ada yang bilang orang seni dan sastra itu 'begajulan, terlalu bebas' tapi kalau menurut saya, mereka bebas dan bertanggung jawab. jadi gak asal bebas! mereka bebas untuk suatu kekreatifitasan, mereka bebas untuk menghasilkan 'sesuatu'.
jadi tolong, untuk yang benar-benar punya bakat di seni dan sastra asah bakat itu! jangan melenceng jadi orang hukum, pns, dokter, atau blablabla lalu lupa akan bakat naturally yang ia punya. ah, sayang banget kalo bakat itu dibiarkan gitu aja. bahkan einstein pun berkata imajinasi lebih luas dari pada ilmu pengetahuan. see!! jangan takut untuk berimajinasi, jangan takut untuk jadi pelaku seni, jangan takut untuk jadi sastrawan. lawan rasa takut itu untuk menghasilkan karya besar!!
well, tapi bagus juga sih misalkan pekerjaan tetapnya itu seorang dokter tapi ia juga menjadi seniman (kaya tompi gitu) seperti saya yang ingin menjadi dosen dan juga penulis, haha amin >.<
Selasa, 16 November 2010
Author and Playwright
At this point, I think I wanna be author and playwright...
kenapa?? karena alasan yang simpel. saya suka. itu saja. bukan karena honor, bukan karena pekerjaan yang keren, dan bukan karena ingin terkenal. saya suka dan saya menikmati menjadi penulis dan bahkan mungkin penulis naskah.
sebetulnya, hal yang memotivasi saya untuk menjadi penulis adalah untuk melihat senyuman, tangisan, dan tawa pembaca yang menikmati karya saya. saya ingin sekali melibatkan emosi pembaca setiap kali melihat karya saya. saya ingin mengajak para pembaca untuk berimajinasi, dan memetik hikmah dari karya yang saya buat.
mudah, tinggal menulis-menerbitkan-kemudian melihat hasilnya. ya, sesimpel itu untuk membuat sebuah karya tulis semacam novel. tapi tidak sesimpel itu dalam prakteknya! (apalagi untuk pelajar seperti saya). saya harus pandai-pandai mengatur waktu antara belajar dan menyalurkan hobi. saya juga harus pandai-pandai untuk mengusir godaan setan internet (haha, fb-an, twitter-an, ym-an, youtube-an, googling, daaan macem-macem). tapi tidak hanya itu, saya harus bisa mengendalikan emosi ketika sedang menulis. apalagi pada bagian yang sedih dan harus saya tulis senatural mungkin. terkadang saya juga ikut menangis (orangnya gampang terharu nih saya -_-) terkadang saya juga ikut bingung.
hmm, beberapa penulis yang saya sukai adalah Habiburrahman El-Shirazy, Indari Mastuti, Enid Blyton, Ilana Tan, JK Rowling, Nicholas Sparks, Sir Arthur Conan Doyle, dan Agatha Christie.
selama ini, hal yang saya pelajari untuk menjadi penulis yang baik adalah :
1. kosongkan pikiran, dan isi dengan imajinasi-imajinasi latar, alur, dan karakteristik tokoh dalam cerita yang akan kita buat.
2. jangan maksa! (kalau cuma bisa 2-3 halaman per hari itu udah bagus, tapi kalau cuma bisa 1-5 paragraf per hari itu sudah baik, yang penting jangan maksa ntar jelek ke jalan ceritanya)
3. bayangkan konflik apa yang mau kita buat dan bagaimana cara penyelesaian konfliknya.
4. ciptakan karakter tiap tokoh yang kuat dan khas.
5. kalau bisa, ada kejutan dalam cerita kita yang tidak mungkin ditebak oleh pembaca.
6. kalau masalah judul cerita, itu bisa diakhir cerita kita ciptakan. tapi kalau emang mau diawal ketika kita membuat cerita itu juga bagus tapi konsekuensinya cerita yang kita buat harus sesuai dengan judul
7. jangan pernah pesimis, kalau udah setengah bahkan hampir selesai ceritanya trus tiba-tiba datanya hilang tanpa jejak mungkin kita akan down tapi itu bukan alasan untuk berhenti menulis. atau mungkin belum diterima oleh penerbit dan diminta untuk mengulanginya (apalagi kalau udah dikritik yang pedas) mungkin kita akan kesal dan hampir putus asa tapi sekali lagi, itu bukan alasan untuk berhenti menulis apalagi untuk yang mempuyai bakat secara natural dalam bidang tulis menulis, sesungguhnya kritkan dari siapapun itu bersifat membangun (pada dasarnya, semua alasan yang membuat pesimis adalah pengalaman pribadi saya :p)
well, itulah 7 hal dalam menulis version the spot saya. semoga bermanfaat :)
terus menulis!
doakan semoga saya dapat menjadi penulis yang baik :)
kenapa?? karena alasan yang simpel. saya suka. itu saja. bukan karena honor, bukan karena pekerjaan yang keren, dan bukan karena ingin terkenal. saya suka dan saya menikmati menjadi penulis dan bahkan mungkin penulis naskah.
sebetulnya, hal yang memotivasi saya untuk menjadi penulis adalah untuk melihat senyuman, tangisan, dan tawa pembaca yang menikmati karya saya. saya ingin sekali melibatkan emosi pembaca setiap kali melihat karya saya. saya ingin mengajak para pembaca untuk berimajinasi, dan memetik hikmah dari karya yang saya buat.
mudah, tinggal menulis-menerbitkan-kemudian melihat hasilnya. ya, sesimpel itu untuk membuat sebuah karya tulis semacam novel. tapi tidak sesimpel itu dalam prakteknya! (apalagi untuk pelajar seperti saya). saya harus pandai-pandai mengatur waktu antara belajar dan menyalurkan hobi. saya juga harus pandai-pandai untuk mengusir godaan setan internet (haha, fb-an, twitter-an, ym-an, youtube-an, googling, daaan macem-macem). tapi tidak hanya itu, saya harus bisa mengendalikan emosi ketika sedang menulis. apalagi pada bagian yang sedih dan harus saya tulis senatural mungkin. terkadang saya juga ikut menangis (orangnya gampang terharu nih saya -_-) terkadang saya juga ikut bingung.
hmm, beberapa penulis yang saya sukai adalah Habiburrahman El-Shirazy, Indari Mastuti, Enid Blyton, Ilana Tan, JK Rowling, Nicholas Sparks, Sir Arthur Conan Doyle, dan Agatha Christie.
selama ini, hal yang saya pelajari untuk menjadi penulis yang baik adalah :
1. kosongkan pikiran, dan isi dengan imajinasi-imajinasi latar, alur, dan karakteristik tokoh dalam cerita yang akan kita buat.
2. jangan maksa! (kalau cuma bisa 2-3 halaman per hari itu udah bagus, tapi kalau cuma bisa 1-5 paragraf per hari itu sudah baik, yang penting jangan maksa ntar jelek ke jalan ceritanya)
3. bayangkan konflik apa yang mau kita buat dan bagaimana cara penyelesaian konfliknya.
4. ciptakan karakter tiap tokoh yang kuat dan khas.
5. kalau bisa, ada kejutan dalam cerita kita yang tidak mungkin ditebak oleh pembaca.
6. kalau masalah judul cerita, itu bisa diakhir cerita kita ciptakan. tapi kalau emang mau diawal ketika kita membuat cerita itu juga bagus tapi konsekuensinya cerita yang kita buat harus sesuai dengan judul
7. jangan pernah pesimis, kalau udah setengah bahkan hampir selesai ceritanya trus tiba-tiba datanya hilang tanpa jejak mungkin kita akan down tapi itu bukan alasan untuk berhenti menulis. atau mungkin belum diterima oleh penerbit dan diminta untuk mengulanginya (apalagi kalau udah dikritik yang pedas) mungkin kita akan kesal dan hampir putus asa tapi sekali lagi, itu bukan alasan untuk berhenti menulis apalagi untuk yang mempuyai bakat secara natural dalam bidang tulis menulis, sesungguhnya kritkan dari siapapun itu bersifat membangun (pada dasarnya, semua alasan yang membuat pesimis adalah pengalaman pribadi saya :p)
well, itulah 7 hal dalam menulis versi
terus menulis!
doakan semoga saya dapat menjadi penulis yang baik :)
Senin, 08 November 2010
Mimpi
Mimpi, pasti semua orang pernah mengalami fase ketika tidur yang biasa kita kenal sebagai 'mimpi'. bahkan bayipun juga mengalami fase mimpi itu. hanya saja kita tidak begitu tahu mimpi yang telah kita alami itu datangnya dari Allah, godaan setan, atau emang sesuatu yang kita inginkan dan tidak tercapai di kehidupan nyata.
Namun nyatanya, tidak sedikit orang yang tahu apa makna mimpi tersebut. ada yang bilang, mimpi orang yang pake baju nikah berarti mau meninggal, trus mimpi orang yang meninggal 'katanya' panjang umur, daaan mitos-mitos lain tentang mimpi yang sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Tapi ketika kita mimpiin seseorang selama 3 hari berturut-turut, emang wajar? dan orang yang dateng di mimpi kita itu sedang tidak menghuni lamunan kita. atau bahkan menghiasi pikiran kita. enggak sama sekali! trus kenapa bisa mimpiin orang itu coba?
Dan ketika sebelum tidur, saya berdoa kepada Allah swt supaya mimpiin seseorang, kalau orang itu dateng di mimpi saya berarti dia (sensor). Ketika tidur, beneran mimpiin orang itu! nah, itu berarti dateng dari Allah atau godaan setan? atau malah keinginan kita yang tidak tercapai di dunia? tapi sebelumnya tidak begitu memikirkan orang itu. (cara ini saya contoh dari pengalaman seorang teman saya, namanya rizka yang bernasib sama seperti kejadian saya barusan).
Makin dibuat bingung sama mimpi.
Mimpi, mimpi, mimpi, dapatkah engkau beritahukan kepadaku makna dirimu? oh, seandainya saja engkau dapat berbicara.
Mimpi, bunga tidur yang terkadang tidak indah.
Mimpi, selalu menjadi misteri.
Tapi semoga semua mimpi saya dan anda semua yang baik itu datangnya dari Allah swt, amin :)
Namun nyatanya, tidak sedikit orang yang tahu apa makna mimpi tersebut. ada yang bilang, mimpi orang yang pake baju nikah berarti mau meninggal, trus mimpi orang yang meninggal 'katanya' panjang umur, daaan mitos-mitos lain tentang mimpi yang sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Tapi ketika kita mimpiin seseorang selama 3 hari berturut-turut, emang wajar? dan orang yang dateng di mimpi kita itu sedang tidak menghuni lamunan kita. atau bahkan menghiasi pikiran kita. enggak sama sekali! trus kenapa bisa mimpiin orang itu coba?
Dan ketika sebelum tidur, saya berdoa kepada Allah swt supaya mimpiin seseorang, kalau orang itu dateng di mimpi saya berarti dia (sensor). Ketika tidur, beneran mimpiin orang itu! nah, itu berarti dateng dari Allah atau godaan setan? atau malah keinginan kita yang tidak tercapai di dunia? tapi sebelumnya tidak begitu memikirkan orang itu. (cara ini saya contoh dari pengalaman seorang teman saya, namanya rizka yang bernasib sama seperti kejadian saya barusan).
Makin dibuat bingung sama mimpi.
Mimpi, mimpi, mimpi, dapatkah engkau beritahukan kepadaku makna dirimu? oh, seandainya saja engkau dapat berbicara.
Mimpi, bunga tidur yang terkadang tidak indah.
Mimpi, selalu menjadi misteri.
Tapi semoga semua mimpi saya dan anda semua yang baik itu datangnya dari Allah swt, amin :)
Minggu, 07 November 2010
Abis UN...
udah gak tau lagi mau basa-basi gimana, soalnya gimana mau basa-basi coba? waktu luang aja jarang ada.
haha, kelas 12 bikin sibuklah. ngerjain tugas, pr, latihan soal, les, bla bla bla. mantep!!
dan sekarang yang ada di pikiran saya, abis UN akan seperti apa?
bisa jadi lebih santai, eh tapi gak juga soalnya masih ada UAS dan SNMPTN. tapi da maunya ikut ujian masuk universitas aja, tapi persiapannya apa? baru 70% dan belum maju-maju -,-
okelah, jangan ngomongin ujian lagi ntar stress, sekarang kita ngomongin perpisahan (?)
gak nyangka ya, abis UN tinggal nunggu beberapa bulan lagi kita pisah :((
beneran gak rela pisah ma kalian, sungguh! seriusan!! suwer!!! gak bohong!!!!
abis UN semua pasti disibukkan sama kesibukan masing-masing, ada yang persiapan SNMPTN, persiapan kuliah lah (ah stop! dibilangin jangan ngomongin ujian)
baiklah, UN bulan maret ya? semoga kita LULUS semua 100% (AMIN!! LIKE THIS!)
sebelum itu kita harus buat kenangan yang banyak ya, ntar mau dijadiin film insyaallah :)
melalui blog ini special thanks saya ucapkan kepada semua teman-teman saya selama bersekolah di SMA ISTIQAMAH BANDUNG (ab, arie, bayu, denny, dhila, novi, rizka, thal, th, ts, tomi, dan ulie)
semua kenangan yang tercipta bagaikan serpihan kasih yang kalian berikan (aduh aduh aduh)
Terima Kasih ya semua :)
Semoga kita sukses meraih akhirat dan dunia (amiin)
Abis UN, jangan pada sombong ya :)
haha, kelas 12 bikin sibuklah. ngerjain tugas, pr, latihan soal, les, bla bla bla. mantep!!
dan sekarang yang ada di pikiran saya, abis UN akan seperti apa?
bisa jadi lebih santai, eh tapi gak juga soalnya masih ada UAS dan SNMPTN. tapi da maunya ikut ujian masuk universitas aja, tapi persiapannya apa? baru 70% dan belum maju-maju -,-
okelah, jangan ngomongin ujian lagi ntar stress, sekarang kita ngomongin perpisahan (?)
gak nyangka ya, abis UN tinggal nunggu beberapa bulan lagi kita pisah :((
beneran gak rela pisah ma kalian, sungguh! seriusan!! suwer!!! gak bohong!!!!
abis UN semua pasti disibukkan sama kesibukan masing-masing, ada yang persiapan SNMPTN, persiapan kuliah lah (ah stop! dibilangin jangan ngomongin ujian)
baiklah, UN bulan maret ya? semoga kita LULUS semua 100% (AMIN!! LIKE THIS!)
sebelum itu kita harus buat kenangan yang banyak ya, ntar mau dijadiin film insyaallah :)
melalui blog ini special thanks saya ucapkan kepada semua teman-teman saya selama bersekolah di SMA ISTIQAMAH BANDUNG (ab, arie, bayu, denny, dhila, novi, rizka, thal, th, ts, tomi, dan ulie)
semua kenangan yang tercipta bagaikan serpihan kasih yang kalian berikan (aduh aduh aduh)
Terima Kasih ya semua :)
Semoga kita sukses meraih akhirat dan dunia (amiin)
Abis UN, jangan pada sombong ya :)
Selasa, 26 Oktober 2010
Pasar Seni ITB 10-10-10
Yap yap yap, semua warga Bandung tau pada tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 ada acara Pasar Seni ITB yang diadakan oleh ITB tentunya. Well, di sana ada sekitar 200 stand jual produk.
Dari hasil penelusuran saya (yang tidak semua hasil penelusuran saya foto) didapatkanlah ini :
inilah ranting-ranting yang disusun dengan sangat rapih dan penuh ketelitian ketika menyambut kedatangan kita melalui jalan Ganesha.
trus ini ada foto-foto gitu, yang paling saya suka foto anak-anak itu.
ini adalah sesuatu hal yang sangat jarang saya temui ; pelukisnya nge-cat secara 'live'.
ini adalah peta tata letak pasar seni ITB, jadi bagi yang ingin mengetahui tempat stand-stand dan wahana-wahana bisa melihat pada peta ini.
ini patung (ya iyalah) dipahat dengan ukiran yang mendetail dan terasa 'hidup'.
nah ini gambar wayang, jadi ada seperti baling-baling berbentuk lingkaran raksasa itu yang didalamnya terdapat wayang-wayang. ada yang tahu ini tokoh wayang apa??
ini juga salah seorang pelukis yang sedang mengadakan pertunjukan 'live'. Gila bangetlah! keren sumpah!! cuman set-set-set aja udah jadi seperti itu lukisannya. Two thumb up!!
setelah jalan-jalan, ternyata saya bertemu dengan sisingaan atau barong-barongan? ya pokoknya seperti inilah, kebayang ya udah mah panas, berat, haus, aaaaakkkh tidaaakk!! keren deh ini yang ada di dalamnya :)
ini judulnya 'ayat-ayat alam' maksudnya ukiran berbentuk sesuatu dari pohon. Nah, ini adalah bentuk yang paling saya sukai. kenapa? lihat deh senyuman kakeknya tampak bernyawa begitu juga dengan neneknya. lalu urat-urat si kakek juga sangat detail dipahatnya. jadi menurut saya ini adalah karya yang memukau.
tulisan bdg (dibaca : bandung) ini terdapat di dekat pasar psikopat.
oh ya, pasar psikopat adalah spot yang paling saya sukai, karena di sana menyindir pemerintah dan kehidupan sosialnya abis-abisan. ada yang sertifikat langsung jadi, korban ledakan gas, trus jual bayi dan lain-lain.
Sebenernya masih banyak yang dapat diceritakan dari pasar seni itb ini, hanya saja sulit untuk ditulis dengan kata-kata (alaaahh -_-). Sayangnya, pasar seni itb hanya diadakan 4 tahun sekali, dan pada saat itu juga hanya sekitar 10 jam (kuraaaaannngg!!). oh ya, di sana juga banyak wahana-wahana yang tidak sempat saya kunjungi karena ngantrinya minta ampun.
Akhir kata, saya menantikan pasar seni itb pada tahun 4 tahun mendatang.
Dari hasil penelusuran saya (yang tidak semua hasil penelusuran saya foto) didapatkanlah ini :
inilah ranting-ranting yang disusun dengan sangat rapih dan penuh ketelitian ketika menyambut kedatangan kita melalui jalan Ganesha.
trus ini ada foto-foto gitu, yang paling saya suka foto anak-anak itu.
ini adalah sesuatu hal yang sangat jarang saya temui ; pelukisnya nge-cat secara 'live'.
ini adalah peta tata letak pasar seni ITB, jadi bagi yang ingin mengetahui tempat stand-stand dan wahana-wahana bisa melihat pada peta ini.
ini patung (ya iyalah) dipahat dengan ukiran yang mendetail dan terasa 'hidup'.
nah ini gambar wayang, jadi ada seperti baling-baling berbentuk lingkaran raksasa itu yang didalamnya terdapat wayang-wayang. ada yang tahu ini tokoh wayang apa??
ini juga salah seorang pelukis yang sedang mengadakan pertunjukan 'live'. Gila bangetlah! keren sumpah!! cuman set-set-set aja udah jadi seperti itu lukisannya. Two thumb up!!
setelah jalan-jalan, ternyata saya bertemu dengan sisingaan atau barong-barongan? ya pokoknya seperti inilah, kebayang ya udah mah panas, berat, haus, aaaaakkkh tidaaakk!! keren deh ini yang ada di dalamnya :)
ini judulnya 'ayat-ayat alam' maksudnya ukiran berbentuk sesuatu dari pohon. Nah, ini adalah bentuk yang paling saya sukai. kenapa? lihat deh senyuman kakeknya tampak bernyawa begitu juga dengan neneknya. lalu urat-urat si kakek juga sangat detail dipahatnya. jadi menurut saya ini adalah karya yang memukau.
tulisan bdg (dibaca : bandung) ini terdapat di dekat pasar psikopat.
oh ya, pasar psikopat adalah spot yang paling saya sukai, karena di sana menyindir pemerintah dan kehidupan sosialnya abis-abisan. ada yang sertifikat langsung jadi, korban ledakan gas, trus jual bayi dan lain-lain.
Sebenernya masih banyak yang dapat diceritakan dari pasar seni itb ini, hanya saja sulit untuk ditulis dengan kata-kata (alaaahh -_-). Sayangnya, pasar seni itb hanya diadakan 4 tahun sekali, dan pada saat itu juga hanya sekitar 10 jam (kuraaaaannngg!!). oh ya, di sana juga banyak wahana-wahana yang tidak sempat saya kunjungi karena ngantrinya minta ampun.
Akhir kata, saya menantikan pasar seni itb pada tahun 4 tahun mendatang.
Jumat, 15 Oktober 2010
Gaya 'Thumb Up' Nick Jonas
Hampir semua cewe di dunia tau siapa itu Nick Jonas. Kalo ada yang lupa lagi, tenang! Biar saya yang ingetin. Nama lengkapnya Nicholas Jerry Jonas, lahir tanggal 16 September 1992, anggota band Jonas Brothers dan punya side project band Nick Jonas and The Administration. Oke oke, udah inget kan?? Tapi-tapi, inget gak kalo Nick Jonas itu punya gaya khas setiap tiba-tiba difoto sama paparazzi.
Yap, artis-artis Hollywood selalu menjadi sasaran paparazzi. Mereka juga mempunyai gaya khas ketika difoto. Seperti misalnya Miley Cyrus dengan gaya ‘peace’, Demi Lovato dengan gaya ‘senyum lebarnya’ daaaan tidak ketinggalan Nick Jonas dengan gaya ‘thumb up’. Berikut adalah beberapa foto Nick Jonas dengan gaya ‘thumb up’-nya.
Mungkin gaya ini bagi setiap orang adalah gaya yang biasa, tapi menurut saya gaya ini menjadi gaya yang tidak biasa bila dilakoni oleh Nick Jonas. Karena Nick Jonas jarang sekali tersenyum sembari giginya terlihat. Ya, senyuman manisnya itu sangat menunjang penampilannya ketika sedang ber’thumb up’. So handsome! :D
Yap, artis-artis Hollywood selalu menjadi sasaran paparazzi. Mereka juga mempunyai gaya khas ketika difoto. Seperti misalnya Miley Cyrus dengan gaya ‘peace’, Demi Lovato dengan gaya ‘senyum lebarnya’ daaaan tidak ketinggalan Nick Jonas dengan gaya ‘thumb up’. Berikut adalah beberapa foto Nick Jonas dengan gaya ‘thumb up’-nya.
Mungkin gaya ini bagi setiap orang adalah gaya yang biasa, tapi menurut saya gaya ini menjadi gaya yang tidak biasa bila dilakoni oleh Nick Jonas. Karena Nick Jonas jarang sekali tersenyum sembari giginya terlihat. Ya, senyuman manisnya itu sangat menunjang penampilannya ketika sedang ber’thumb up’. So handsome! :D
Kamis, 14 Oktober 2010
Puisi
KINI DAN NANTI
Selalu, entah itu kini dan nanti
Aku berusaha menerjemahkan arti yang tersirat dari lubuk hatiku
Berusaha sebaik mungkin kala aku bertingkah
Berusaha mengerti betapa susahnya menghilangkan bayangan wajahnya
Berusaha memaafkan diriku kala aku tidak berani menatap matanya
Entah itu kini dan nanti
Aku menangis tatkala hatiku berdetak
Aku tertawa tatkala hatiku berdegup
Aku terima tatkala ini yang dinamakan cinta
Kini dan nanti
Aku baru sadar bahwa hanya dirinya yang menguasai pikiranku
Kini dan nanti
Aku yakin dirinya yang menyusup ke dalam jiwa dan hati ini
Mendobrak kegelisahan
Menghancurkan ketenangan
Mengindahakan mimpi-mimpiku
Kini dan nanti
Aku akan berlari menempuh perjalanan gersang
Dan akan aku nikmati keindahan juga kasih sayangnya
Tatkala aku dan dirinya akan terus bersama entah itu kini dan nanti
Pesan : puisi ini saya buat waktu duluuuuuuuuuuuuuuuuu sekaliiiiiii
Selalu, entah itu kini dan nanti
Aku berusaha menerjemahkan arti yang tersirat dari lubuk hatiku
Berusaha sebaik mungkin kala aku bertingkah
Berusaha mengerti betapa susahnya menghilangkan bayangan wajahnya
Berusaha memaafkan diriku kala aku tidak berani menatap matanya
Entah itu kini dan nanti
Aku menangis tatkala hatiku berdetak
Aku tertawa tatkala hatiku berdegup
Aku terima tatkala ini yang dinamakan cinta
Kini dan nanti
Aku baru sadar bahwa hanya dirinya yang menguasai pikiranku
Kini dan nanti
Aku yakin dirinya yang menyusup ke dalam jiwa dan hati ini
Mendobrak kegelisahan
Menghancurkan ketenangan
Mengindahakan mimpi-mimpiku
Kini dan nanti
Aku akan berlari menempuh perjalanan gersang
Dan akan aku nikmati keindahan juga kasih sayangnya
Tatkala aku dan dirinya akan terus bersama entah itu kini dan nanti
Pesan : puisi ini saya buat waktu duluuuuuuuuuuuuuuuuu sekaliiiiiii
Puisi
KETAHUILAH KAWAN
Oleh : Jihan untuk Talitha dan Trisela
Seandainya aku bisa terbang
Akan aku kirimkan langsung sajak ini untukmu kawan
Seandainya aku dapat menempuh perjalanan menuju tempatmu
Akan aku lakukan hanya untuk dirimu kawan
Ketahuilah kawan
Betapa gembiranya hati ini saat kita bercanda dan tertawa
Ketahuilah kawan
Betapa sakitnya hati ini saat kita bersedih dan menangis
Ketahuilah kawan
Betapa rindu menguasai hati ini saat engkau menjauh
Meski jauh terbentang jarak di antara kita
Tapi ketahuilah kawan
Kita adalah seorang sahabat yang tidak pernah lelah
Ya, kita tidak pernah lelah untuk memanjatkan doa kepada-Nya
Agar suatu saat kita dipertemukan
Dengan kasih yang tulus
Dengan hati yang ikhlas
Ketahuilah kawan
Sungguh, sajak ini aku tulis untukmu
Oleh : Jihan untuk Talitha dan Trisela
Seandainya aku bisa terbang
Akan aku kirimkan langsung sajak ini untukmu kawan
Seandainya aku dapat menempuh perjalanan menuju tempatmu
Akan aku lakukan hanya untuk dirimu kawan
Ketahuilah kawan
Betapa gembiranya hati ini saat kita bercanda dan tertawa
Ketahuilah kawan
Betapa sakitnya hati ini saat kita bersedih dan menangis
Ketahuilah kawan
Betapa rindu menguasai hati ini saat engkau menjauh
Meski jauh terbentang jarak di antara kita
Tapi ketahuilah kawan
Kita adalah seorang sahabat yang tidak pernah lelah
Ya, kita tidak pernah lelah untuk memanjatkan doa kepada-Nya
Agar suatu saat kita dipertemukan
Dengan kasih yang tulus
Dengan hati yang ikhlas
Ketahuilah kawan
Sungguh, sajak ini aku tulis untukmu
Minggu, 10 Oktober 2010
Mengenang SMA Kelas X (part 2)
“Mang, Boleh Turun di Fly Over Gak?”
Hari itu (lupa lagi tanggalnya), seperti biasa saya dan teman-teman pulang sekolah. Kami menunggu angkot (angkutan kota) berwarna biru dengan garis kuning. Membutuhkan waktu yang cukup lama hingga angkot berwarna biru dengan garis kuning itu datang. Kemudian Raudhah, saya, Dewi, Meta, dan Anisa menaiki angkot itu satu persatu. Sedari dulu hingga sekarang, posisi tempat duduk yang akan kita tempati selalu sama. Raudhah (biasanya) di pojok dekat jendela sebelah kanan, saya di depan Raudhah, Dewi di samping saya, Meta dan Anisa di samping Raudhah.
Seperti biasa, kita selalu bercanda ria hingga tertawa-tawa di dalam angkot (biasanya kita selalu menunggu angkot yang kosong dan kala itu angkotnya kosong hmm terkecuali supir angkot yang mengendarai angkot ini). Selalu, tidak pernah berubah hingga saat ini juga kita pasti akan bercanda ria hingga tertawa-tawa. Kemudian Meta dan Anisa turun duluan dari angkot.
Tinggallah saya, Raudhah, dan Dewi. Angkotpun berhenti dan mengangkut sekitar 3 orang. Kita mulai mengurangi bercandanya karena kita takut mengganggu kenyamanan 3 orang itu. Bagaimanapun juga, kita sadari angkot adalah angkutan umum. Lagi pula, entah mengapa kita semua terdiam ketika 3 orang itu masuk (mungkin karena sudah capek ketawa mulu semenjak di sekolah sampai Meta dan Anisa turun).
Lalu, 3 orang itu turun. Semua tetap sepi, diantara saya, Raudhah, dan Dewi tidak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Angkot terus meluncur dan berhenti karena lampu merah menyala. Setelah lampu berganti dengan hijau, angkot melaju dengan santainya. Awalnya santai, namun makin lama semakin cepat laju angkotnya.
Angkot berwarna biru dengan garis kuning itu memilih jalur yang melewati fly over, dan Dewi seharusnya turun sebelum fly over itu. Karena ketika angkot telah menaiki fly over tidak akan menurunkan satu orang penumpang pun selama berada di fly over. Dewi yang baru sadar bahwa ia harus turun dari angkot itu kemudian berkata ‘Kiri’ dengan suara yang pelan. Sayangnya suara Dewi tenggelam oleh ributnya mesin kendaraan. Raudhah dan saya terdiam karena speechless. Anehnya, Dewi yang seharusnya meneriaki supir angkot dengan berkata ‘KIRIIIIIII!!’ malah tertawa sembari berkata ‘Kiri… kiri… kiri…”. Angkotnya tidak berhenti juga, hingga menaiki fly over. Saya, Raudhah, dan Dewi saling melirik satu sama lain dan kemudian tertawa terpingkal-pingkal (sejujurnya, saya tertawa karena melihat ekspresi Dewi yang bingung tetapi ia tertawa). Alhasil, sepanjang fly over itu kita tertawa riang. LOL.
Setelah melewati fly over Dewi akhirnya berhasil turun dari angkot. Namun sembari membayar jasa supir angkot Dewi berkata ‘Mang, boleh turun di fly over gak?’ sembari menahan tawa. Mang angkot itu hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Dewi tanpa menjawabnya. Saya dan Raudhah spontan tertawa lagi dengan pertanyaan Dewi tersebut. Bukankah jawabannya sudah jelas ‘tidak boleh’ dan Dewi tau akan hal itu. Kemudian Dewi tertawa sembari melambaikan tangannya kepada saya dan Raudhah yang masih ada di dalam angkot.
Ya, Dewi memang sedikit jail dan unik. Tapi sungguh, tanpa ada Dewi tidak akan ada kenangan yang berarti selama saya bersekolah di SMA Istiqamah. Tanpa ada Dewi saya tidak akan pernah berubah menjadi lebih berani dari yang sebelumnya sangat pemalu. Akhirnya saya mengucapkan TERIMA KASIH kepada ALLAH SWT yang telah mengirimkan Dewi untuk menjadi bagian dari sahabat saya :)
Hari itu (lupa lagi tanggalnya), seperti biasa saya dan teman-teman pulang sekolah. Kami menunggu angkot (angkutan kota) berwarna biru dengan garis kuning. Membutuhkan waktu yang cukup lama hingga angkot berwarna biru dengan garis kuning itu datang. Kemudian Raudhah, saya, Dewi, Meta, dan Anisa menaiki angkot itu satu persatu. Sedari dulu hingga sekarang, posisi tempat duduk yang akan kita tempati selalu sama. Raudhah (biasanya) di pojok dekat jendela sebelah kanan, saya di depan Raudhah, Dewi di samping saya, Meta dan Anisa di samping Raudhah.
Seperti biasa, kita selalu bercanda ria hingga tertawa-tawa di dalam angkot (biasanya kita selalu menunggu angkot yang kosong dan kala itu angkotnya kosong hmm terkecuali supir angkot yang mengendarai angkot ini). Selalu, tidak pernah berubah hingga saat ini juga kita pasti akan bercanda ria hingga tertawa-tawa. Kemudian Meta dan Anisa turun duluan dari angkot.
Tinggallah saya, Raudhah, dan Dewi. Angkotpun berhenti dan mengangkut sekitar 3 orang. Kita mulai mengurangi bercandanya karena kita takut mengganggu kenyamanan 3 orang itu. Bagaimanapun juga, kita sadari angkot adalah angkutan umum. Lagi pula, entah mengapa kita semua terdiam ketika 3 orang itu masuk (mungkin karena sudah capek ketawa mulu semenjak di sekolah sampai Meta dan Anisa turun).
Lalu, 3 orang itu turun. Semua tetap sepi, diantara saya, Raudhah, dan Dewi tidak ada yang berinisiatif untuk memulai pembicaraan. Angkot terus meluncur dan berhenti karena lampu merah menyala. Setelah lampu berganti dengan hijau, angkot melaju dengan santainya. Awalnya santai, namun makin lama semakin cepat laju angkotnya.
Angkot berwarna biru dengan garis kuning itu memilih jalur yang melewati fly over, dan Dewi seharusnya turun sebelum fly over itu. Karena ketika angkot telah menaiki fly over tidak akan menurunkan satu orang penumpang pun selama berada di fly over. Dewi yang baru sadar bahwa ia harus turun dari angkot itu kemudian berkata ‘Kiri’ dengan suara yang pelan. Sayangnya suara Dewi tenggelam oleh ributnya mesin kendaraan. Raudhah dan saya terdiam karena speechless. Anehnya, Dewi yang seharusnya meneriaki supir angkot dengan berkata ‘KIRIIIIIII!!’ malah tertawa sembari berkata ‘Kiri… kiri… kiri…”. Angkotnya tidak berhenti juga, hingga menaiki fly over. Saya, Raudhah, dan Dewi saling melirik satu sama lain dan kemudian tertawa terpingkal-pingkal (sejujurnya, saya tertawa karena melihat ekspresi Dewi yang bingung tetapi ia tertawa). Alhasil, sepanjang fly over itu kita tertawa riang. LOL.
Setelah melewati fly over Dewi akhirnya berhasil turun dari angkot. Namun sembari membayar jasa supir angkot Dewi berkata ‘Mang, boleh turun di fly over gak?’ sembari menahan tawa. Mang angkot itu hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Dewi tanpa menjawabnya. Saya dan Raudhah spontan tertawa lagi dengan pertanyaan Dewi tersebut. Bukankah jawabannya sudah jelas ‘tidak boleh’ dan Dewi tau akan hal itu. Kemudian Dewi tertawa sembari melambaikan tangannya kepada saya dan Raudhah yang masih ada di dalam angkot.
Ya, Dewi memang sedikit jail dan unik. Tapi sungguh, tanpa ada Dewi tidak akan ada kenangan yang berarti selama saya bersekolah di SMA Istiqamah. Tanpa ada Dewi saya tidak akan pernah berubah menjadi lebih berani dari yang sebelumnya sangat pemalu. Akhirnya saya mengucapkan TERIMA KASIH kepada ALLAH SWT yang telah mengirimkan Dewi untuk menjadi bagian dari sahabat saya :)
Selasa, 05 Oktober 2010
KULUKIS SENJA
Kini gadis berusia 16 tahun itu duduk termenung sendirian. Angin mengipaskan rambutnya yang panjang dan hitam. Ia sendirian, tidak ada yang menemani. Kemudian orang yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang memenuhi janjinya. Gadis itu menatap mata orang yang sangat ia sayangi, lalu ia tersenyum manis.
***
“Aku mau melihat senja…” Celoteh seorang anak yang berusia 5 tahun.
“Tidak sekarang sayang, hari hujan”
“Biarkan saja, bukankah lebih asyik sambil hujan-hujanan?! Lagipula aku ingin menunggu ayah…” Kini anak itu meruncingkan bibirnya.
“Nanti kalau kamu sakit bagaimana?”
“Tidak apa, kalau aku sakit kan masih bisa lihat senja?” Anak itu mulai merengek.
“Tidak sayang…”
“Ayolah bunda…” Anak itu mengeluarkan jurus ampuhnya untuk merayu bunda (tersenyum sangat manis).
“Baiklah, tapi di teras saja ya dan tidak hujan-hujanan” Akhirnya bunda berhasil di rayu.
“Makasih bunda…” Anak itu memeluk bunda tersayangnya.
***
“Ka-sian gak punya ayaaaaah… ka-sian gak punya ayaaaaah…!!” Terdengar suara yang bernada mengejek dari kelas 3-1 SD An-Ni’mah.
“Ayahku setiap pulang kerja pasti bawa es krim. Kasian ya yang gak punya ayah. Hahahaha…” Ucap seorang anak perempuan yang berambut pendek.
“Kalau tamasya ke gunung, aku suka digendong sama ayah. Ibuku mana kuat menggendongku. Hahahaha…” Kali ini suara anak laki-laki bertubuh tambun.
Sedangkan dari arah meja depan, seorang gadis berambut panjang dan berwarna hitam menutupi matanya yang basah karena air mata. Tidak hanya itu, lambungnya pun terasa seperti menusuk-nusuk namun tidak ia beritahukan hal ini pada bundanya.
***
“Fahira, makan dulu…” Suara lembut itu memanggil anaknya yang berusia 9 tahun.
“Gaaaak, Fahira mau langsung tidur aja…” Jawab gadis kecil dari dalam kamarnya.
“Jangan gitu dong, bunda sudah masak tempe bacem kesukaan kamu…” Suara itu masih bernada lembut dan menenangkan.
“Iya bunda, nanti…” Fahira menyahut dengan nada penuh kekesalan.
Bunda sangat mengerti akan tingkah laku anak semata wayangnya. Bagaimana tidak, selama 4 tahun terakhir ia selalu berdua dengan gadis kecilnya itu. Tidak seperti biasanya Fahira bertingkah seperti ini. Atas inisiatif seorang ibu, bunda melangkahkan kakinya menuju kamar Fahira. Ia membuka pelan pintu kamar anaknya itu, dan didapatinya Fahira tengah meringkuk di atas kasur dengan memegang perutnya.
“Fahira kamu kenapa nak?” Suara bunda tetap lembut.
“Bunda kenapa masuk kamar aku? Aku kan lagi ingin sendiri!!”
“Kamu kenapa sayang? Perutmu sakit? Bagian mananya? Sini bunda periksa, seperti apa sakitnya? Kenapa kamu menangis Fahira??”
“Bunda, gak usah tau! Aku gak mau buat bunda repot! Aku udah bisa sendiri!!” Suara Fahira meninggi dan tetap menahan rasa sakit.
“Fahira!! Sejak kapan kamu berani berbicara dengan nada tinggi kepada bunda?!” Tidak ada lagi nada kelembutan itu, kini telah diganti dengan nada penuh kecemasan dan kekesalan.
Melihat bundanya yang sudah marah, Fahira terdiam. Kemudian anak gadis berusia 9 tahun itu menangis dengan masih memegang perutnya. Sadar akan kesalahannya, bunda langsung memeluk Fahira. Ibu dan anak itu bisu akan keharuan.
Setelah semuanya tenang, Fahira mulai menceritakan masalahnya. Semua masalah yang ia pendam selama ini. Semua kekesalan yang ia tekan selama ini. Semua perasaan sakit pada lambungnya yang sering kali ia rasakan. Semua kasih sayang yang belum sepenuhnya ia curahkan pada bundanya.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, bunda mengerti akan tekanan batin yang dialami oleh gadis kecilnya ini. Tanpa perlu panjang lebar Fahira menjelaskan, bunda sudah sangat mengerti semuanya. Kini Fahira tenggelam dalam dekapan kasih sayang bunda. Sedangkan bunda, mengingat kembali tragedi yang sempat mengguncang jiwa anaknya. Ya, saat senja itu.
***
Saat senja itu, hujan turun. Dari sebuah rumah yang penuh keharmonisan, keluarlah seorang ibu dengan gadis kecilnya yang masih berusia 5 tahun. Dibalut dengan sweater hijau rajutan ibunya, anak kecil itu duduk manis sembari menatap senja yang saat itu berwarna orange keemasan. Sungguh indah. Matanya yang besar tidak berhenti menatap awan yang luar biasa menakjubkan.
Hujan sudah berhenti. Anak kecil berusia 5 tahun ini masih terus menatap senja. Seakan ada sesuatu yang akan senja berikan, ia masih setia menatap senja. Hingga senja yang orange keemasan berganti warna menjadi biru dongker atau bahkan hitam. Saat itulah, ayahnya akan pulang.
Suara derum mobil terdengar dari arah luar. Gadis kecil mengira itu adalah suara mobil ayahnya. Namun ternyata, mobil itu tetap melaju walaupun telah melewati rumahnya. Bukan, itu bukan mobil ayahnya. 3 menit berlalu. Lagi-lagi terdengar suara derum mobil, dan gadis berusia 5 tahun berharap bahwa itu adalah mobil ayahnya. Namun sayang, mobil itu adalah mobil tetangganya.
Satu jam telah ia lewati dan masih setia menunggu ayahnya. Bunda pun masih menemani gadis kecilnya menuggu kehadiran ayah. Entah mengapa degupan jantung bunda tidak seperti biasanya. Bunda sempat cemas dan sangat mengkhawatirkan ayah, namun cepat-cepat ia tepiskan perasaan cemasnya.
Tunggu sebentar lagi, ayah pasti datang. Ah, mungkin ayah sedang membeli makan malam untuk bunda dan Fahira. Batin bunda dalam hati untuk menenangkan dirinya.
Terdengar suara derum mobil menuju rumah gadis kecil dan bundanya. Mobil itu berhenti di depan pagar. Oh, sungguh senang Fahira mengira ayahnya telah datang. Namun tidak dengan bunda, degupan jantung itu tidak juga berhenti. Mereka berdua berjalan menuju pagar rumah dan mulai membukakan pagar. Degupan jantung bunda semakin kencang berlari.
Tidak, itu bukan mobil ayah. Tapi, siapa orang yang menyetir mobil itu? Orang itu berbicara dengan bunda. Ke mana ayah? Apa ayah lembur?. Fahira banyak bertanya dalam hatinya.
Setelah berbicara dengan orang itu, bunda langsung menggendong Fahira. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan tergesa-gesa. Fahira betul-betul tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Oh, akankah senja keesokan harinya tetap menyenangkan?
Mobil itu meluncur dengan cepat. Bahkan hampir saja menabrak sepeda motor. Mobil itu tetap meluncur. Menepis kesunyian malam. Fahira menatap bunda. Dari kegelapan, Fahira tahu bahwa bunda menangis. Mobil akhirnya berhenti. Fahira yang masih digendong oleh bunda keluar dari mobil dan matanya terbelalak kala membaca tulisan di atas gedung putih. RUMAH SAKIT. Dengan cepat bunda berlari sembari masih menggendong Fahira. Fahira dapat merasakan degupan jantung bunda yang juga ikut berlari.
Mereka hampir sampai pada tempat tujuan. Fahira menatap banyak sekali saudara-saudaranya yang datang dan mereka semua menangis. Fahira kemudian dititipkan pada tantenya, adik ayah Fahira. Tantenya juga ikut menangis hingga matanya bengkak. Fahira yang biasanya cerewet, akhirnya hanya bisa terdiam membisu. Matanya kemudian membaca tulisan yang tertera pada sebuah pintu. KAMAR MAYAT.
***
Gadis itu kini tumbuh berusia 14 tahun. Ia tumbuh dengan kasih sayang bundanya. Ia tidak pernah merasa kehilangan kasih sayang walaupun ayahnya telah tiada karena kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa ayahnya dalam hitungan detik. Meskipun begitu, setiap malam gadis itu selalu berdoa kepada Allah SWT agar ayahnya ditempatkan bersama dengan orang-orang yang beriman.
Fahira tetap tegar akan kesedihannya. Bunda selalu ada untuk Fahira. Begitupun sebaliknya, Fahira selalu ada untuk bunda. Bunda yang berprofesi sebagai seorang pelukis lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Nama bunda semakin terkenal karena lukisannya yang berjudul ‘kabut malam’. Lukisan itu menceritakan kegelisahan bunda kala ayah meninggal.
Sedangkan Fahira kini lebih sering membuat puisi dan juga cerpen. Ia aktif di banyak organisasi. Mulai dari OSIS, Paskibraka, mading, hingga teater. Ia memang sengaja menyibukkan dirinya. Agar kenangan akan ayahnya tidak selalu mengikat kesedihan.
***
Di bawah langit yang senja, kini gadis berusia 16 tahun itu duduk termenung sendirian. Angin mengipaskan rambutnya yang panjang dan hitam. Ia sendirian tidak ada yang menemani. Kemudian orang yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang memenuhi janji untuk mentraktirnya. Gadis itu menatap mata orang yang sangat ia sayangi, lalu ia tersenyum manis.
“Bagaimana dengan peluncuran lukisan terbaru punya bunda? Sukses? Banyak yang tertarik tidak?” Tanya Fahira kepada bundanya.
“Ya, seperti yang dapat kamu lihat dari raut muka bunda…” Bunda tersenyum manis kemudian mengambil tempat di samping anak gadisnya. Mereka berdua terdiam. Sunyi. Keadaan di sekitar taman sangat menyejukkan. Apalagi saat senja.
“Tidak terasa ya bunda” Akhirnya Fahira angkat bicara. Bunda hanya terdiam karena mengerti ke mana arah pembicaraan Fahira.
“Waktu itu senja seperti ini juga…” Fahira menggantungkan kalimatnya.
“Sudah. Semuanya sudah terlanjur terjadi. Itu semua takdir Yang Maha Kuasa” Bunda menyela ucapan Fahira. Mereka berdua tersenyum. Lalu Fahira menundukkan kepalanya.
Kesunyian menguasai keadaan di sekitar taman.
“Ah, senjanya masih panjang kan? Akan bunda lukis senja untuk anak gadis bunda yang cantik ini” Bunda mengedipkan mata ke arah Fahira.
“Ah, bunda nih mujinya berlebihan…” Pipi Fahira merah merona akan ucapan bundanya. Hingga tampaklah betul rona wajahnya yang begitu jelita.
Sungguh anakku, akan kulukis senja untukmu dan juga ayahmu.
Kini gadis berusia 16 tahun itu duduk termenung sendirian. Angin mengipaskan rambutnya yang panjang dan hitam. Ia sendirian, tidak ada yang menemani. Kemudian orang yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang memenuhi janjinya. Gadis itu menatap mata orang yang sangat ia sayangi, lalu ia tersenyum manis.
***
“Aku mau melihat senja…” Celoteh seorang anak yang berusia 5 tahun.
“Tidak sekarang sayang, hari hujan”
“Biarkan saja, bukankah lebih asyik sambil hujan-hujanan?! Lagipula aku ingin menunggu ayah…” Kini anak itu meruncingkan bibirnya.
“Nanti kalau kamu sakit bagaimana?”
“Tidak apa, kalau aku sakit kan masih bisa lihat senja?” Anak itu mulai merengek.
“Tidak sayang…”
“Ayolah bunda…” Anak itu mengeluarkan jurus ampuhnya untuk merayu bunda (tersenyum sangat manis).
“Baiklah, tapi di teras saja ya dan tidak hujan-hujanan” Akhirnya bunda berhasil di rayu.
“Makasih bunda…” Anak itu memeluk bunda tersayangnya.
***
“Ka-sian gak punya ayaaaaah… ka-sian gak punya ayaaaaah…!!” Terdengar suara yang bernada mengejek dari kelas 3-1 SD An-Ni’mah.
“Ayahku setiap pulang kerja pasti bawa es krim. Kasian ya yang gak punya ayah. Hahahaha…” Ucap seorang anak perempuan yang berambut pendek.
“Kalau tamasya ke gunung, aku suka digendong sama ayah. Ibuku mana kuat menggendongku. Hahahaha…” Kali ini suara anak laki-laki bertubuh tambun.
Sedangkan dari arah meja depan, seorang gadis berambut panjang dan berwarna hitam menutupi matanya yang basah karena air mata. Tidak hanya itu, lambungnya pun terasa seperti menusuk-nusuk namun tidak ia beritahukan hal ini pada bundanya.
***
“Fahira, makan dulu…” Suara lembut itu memanggil anaknya yang berusia 9 tahun.
“Gaaaak, Fahira mau langsung tidur aja…” Jawab gadis kecil dari dalam kamarnya.
“Jangan gitu dong, bunda sudah masak tempe bacem kesukaan kamu…” Suara itu masih bernada lembut dan menenangkan.
“Iya bunda, nanti…” Fahira menyahut dengan nada penuh kekesalan.
Bunda sangat mengerti akan tingkah laku anak semata wayangnya. Bagaimana tidak, selama 4 tahun terakhir ia selalu berdua dengan gadis kecilnya itu. Tidak seperti biasanya Fahira bertingkah seperti ini. Atas inisiatif seorang ibu, bunda melangkahkan kakinya menuju kamar Fahira. Ia membuka pelan pintu kamar anaknya itu, dan didapatinya Fahira tengah meringkuk di atas kasur dengan memegang perutnya.
“Fahira kamu kenapa nak?” Suara bunda tetap lembut.
“Bunda kenapa masuk kamar aku? Aku kan lagi ingin sendiri!!”
“Kamu kenapa sayang? Perutmu sakit? Bagian mananya? Sini bunda periksa, seperti apa sakitnya? Kenapa kamu menangis Fahira??”
“Bunda, gak usah tau! Aku gak mau buat bunda repot! Aku udah bisa sendiri!!” Suara Fahira meninggi dan tetap menahan rasa sakit.
“Fahira!! Sejak kapan kamu berani berbicara dengan nada tinggi kepada bunda?!” Tidak ada lagi nada kelembutan itu, kini telah diganti dengan nada penuh kecemasan dan kekesalan.
Melihat bundanya yang sudah marah, Fahira terdiam. Kemudian anak gadis berusia 9 tahun itu menangis dengan masih memegang perutnya. Sadar akan kesalahannya, bunda langsung memeluk Fahira. Ibu dan anak itu bisu akan keharuan.
Setelah semuanya tenang, Fahira mulai menceritakan masalahnya. Semua masalah yang ia pendam selama ini. Semua kekesalan yang ia tekan selama ini. Semua perasaan sakit pada lambungnya yang sering kali ia rasakan. Semua kasih sayang yang belum sepenuhnya ia curahkan pada bundanya.
Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, bunda mengerti akan tekanan batin yang dialami oleh gadis kecilnya ini. Tanpa perlu panjang lebar Fahira menjelaskan, bunda sudah sangat mengerti semuanya. Kini Fahira tenggelam dalam dekapan kasih sayang bunda. Sedangkan bunda, mengingat kembali tragedi yang sempat mengguncang jiwa anaknya. Ya, saat senja itu.
***
Saat senja itu, hujan turun. Dari sebuah rumah yang penuh keharmonisan, keluarlah seorang ibu dengan gadis kecilnya yang masih berusia 5 tahun. Dibalut dengan sweater hijau rajutan ibunya, anak kecil itu duduk manis sembari menatap senja yang saat itu berwarna orange keemasan. Sungguh indah. Matanya yang besar tidak berhenti menatap awan yang luar biasa menakjubkan.
Hujan sudah berhenti. Anak kecil berusia 5 tahun ini masih terus menatap senja. Seakan ada sesuatu yang akan senja berikan, ia masih setia menatap senja. Hingga senja yang orange keemasan berganti warna menjadi biru dongker atau bahkan hitam. Saat itulah, ayahnya akan pulang.
Suara derum mobil terdengar dari arah luar. Gadis kecil mengira itu adalah suara mobil ayahnya. Namun ternyata, mobil itu tetap melaju walaupun telah melewati rumahnya. Bukan, itu bukan mobil ayahnya. 3 menit berlalu. Lagi-lagi terdengar suara derum mobil, dan gadis berusia 5 tahun berharap bahwa itu adalah mobil ayahnya. Namun sayang, mobil itu adalah mobil tetangganya.
Satu jam telah ia lewati dan masih setia menunggu ayahnya. Bunda pun masih menemani gadis kecilnya menuggu kehadiran ayah. Entah mengapa degupan jantung bunda tidak seperti biasanya. Bunda sempat cemas dan sangat mengkhawatirkan ayah, namun cepat-cepat ia tepiskan perasaan cemasnya.
Tunggu sebentar lagi, ayah pasti datang. Ah, mungkin ayah sedang membeli makan malam untuk bunda dan Fahira. Batin bunda dalam hati untuk menenangkan dirinya.
Terdengar suara derum mobil menuju rumah gadis kecil dan bundanya. Mobil itu berhenti di depan pagar. Oh, sungguh senang Fahira mengira ayahnya telah datang. Namun tidak dengan bunda, degupan jantung itu tidak juga berhenti. Mereka berdua berjalan menuju pagar rumah dan mulai membukakan pagar. Degupan jantung bunda semakin kencang berlari.
Tidak, itu bukan mobil ayah. Tapi, siapa orang yang menyetir mobil itu? Orang itu berbicara dengan bunda. Ke mana ayah? Apa ayah lembur?. Fahira banyak bertanya dalam hatinya.
Setelah berbicara dengan orang itu, bunda langsung menggendong Fahira. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan tergesa-gesa. Fahira betul-betul tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Oh, akankah senja keesokan harinya tetap menyenangkan?
Mobil itu meluncur dengan cepat. Bahkan hampir saja menabrak sepeda motor. Mobil itu tetap meluncur. Menepis kesunyian malam. Fahira menatap bunda. Dari kegelapan, Fahira tahu bahwa bunda menangis. Mobil akhirnya berhenti. Fahira yang masih digendong oleh bunda keluar dari mobil dan matanya terbelalak kala membaca tulisan di atas gedung putih. RUMAH SAKIT. Dengan cepat bunda berlari sembari masih menggendong Fahira. Fahira dapat merasakan degupan jantung bunda yang juga ikut berlari.
Mereka hampir sampai pada tempat tujuan. Fahira menatap banyak sekali saudara-saudaranya yang datang dan mereka semua menangis. Fahira kemudian dititipkan pada tantenya, adik ayah Fahira. Tantenya juga ikut menangis hingga matanya bengkak. Fahira yang biasanya cerewet, akhirnya hanya bisa terdiam membisu. Matanya kemudian membaca tulisan yang tertera pada sebuah pintu. KAMAR MAYAT.
***
Gadis itu kini tumbuh berusia 14 tahun. Ia tumbuh dengan kasih sayang bundanya. Ia tidak pernah merasa kehilangan kasih sayang walaupun ayahnya telah tiada karena kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa ayahnya dalam hitungan detik. Meskipun begitu, setiap malam gadis itu selalu berdoa kepada Allah SWT agar ayahnya ditempatkan bersama dengan orang-orang yang beriman.
Fahira tetap tegar akan kesedihannya. Bunda selalu ada untuk Fahira. Begitupun sebaliknya, Fahira selalu ada untuk bunda. Bunda yang berprofesi sebagai seorang pelukis lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Nama bunda semakin terkenal karena lukisannya yang berjudul ‘kabut malam’. Lukisan itu menceritakan kegelisahan bunda kala ayah meninggal.
Sedangkan Fahira kini lebih sering membuat puisi dan juga cerpen. Ia aktif di banyak organisasi. Mulai dari OSIS, Paskibraka, mading, hingga teater. Ia memang sengaja menyibukkan dirinya. Agar kenangan akan ayahnya tidak selalu mengikat kesedihan.
***
Di bawah langit yang senja, kini gadis berusia 16 tahun itu duduk termenung sendirian. Angin mengipaskan rambutnya yang panjang dan hitam. Ia sendirian tidak ada yang menemani. Kemudian orang yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang memenuhi janji untuk mentraktirnya. Gadis itu menatap mata orang yang sangat ia sayangi, lalu ia tersenyum manis.
“Bagaimana dengan peluncuran lukisan terbaru punya bunda? Sukses? Banyak yang tertarik tidak?” Tanya Fahira kepada bundanya.
“Ya, seperti yang dapat kamu lihat dari raut muka bunda…” Bunda tersenyum manis kemudian mengambil tempat di samping anak gadisnya. Mereka berdua terdiam. Sunyi. Keadaan di sekitar taman sangat menyejukkan. Apalagi saat senja.
“Tidak terasa ya bunda” Akhirnya Fahira angkat bicara. Bunda hanya terdiam karena mengerti ke mana arah pembicaraan Fahira.
“Waktu itu senja seperti ini juga…” Fahira menggantungkan kalimatnya.
“Sudah. Semuanya sudah terlanjur terjadi. Itu semua takdir Yang Maha Kuasa” Bunda menyela ucapan Fahira. Mereka berdua tersenyum. Lalu Fahira menundukkan kepalanya.
Kesunyian menguasai keadaan di sekitar taman.
“Ah, senjanya masih panjang kan? Akan bunda lukis senja untuk anak gadis bunda yang cantik ini” Bunda mengedipkan mata ke arah Fahira.
“Ah, bunda nih mujinya berlebihan…” Pipi Fahira merah merona akan ucapan bundanya. Hingga tampaklah betul rona wajahnya yang begitu jelita.
Sungguh anakku, akan kulukis senja untukmu dan juga ayahmu.
Mengenang SMA kelas X (part 1)
Dewi dan Kak Surya
Kalo ngomongin hal yang begitu diingat ketika kelas X di SMA adalah kejadian yang dialami oleh teman saya Dewi (bukan nama sebenarnya) dan kakak kelas Kak Surya (bukan nama sebenarnya). Saat istirahat, seorang kakak kelas perempuan saya Teh Wulan (bukan nama sebenarnya) menghampiri saya dan memberikan jadwal kultum (kuliah tujuh menit). Saya menerima kertas jadwal itu dengan penuh rasa deg-degan. Ouh, bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya, bagi diri saya yang kala itu amat sangat pemalu harus tampil di depan umum dan memberikan materi kultum dihadapan semua siswa.
Ketika itu saya langsung memberitahukan mengenai jadwal itu kepada teman-teman saya yang lainnya. Sebenarnya saya lupa siapa yang pertama kali tampil untuk memberikan materi kultum. Namun hal yang begitu saya ingat adalah ketika giliran Dewi untuk memberikan materi kultum. Ya, saya begitu antusias ingin melihat Dewi ‘berceramah’.
Selesai sholat dzuhur yang dilanjutkan sholat sunnah 2 rakaat, saya dan teman-teman tengah siap untuk duduk manis mendengarkan materi kultum yang kala itu adalah giliran Dewi. Dengan santainya Dewi berjalan menuju mimbar. Sebetulnya dulu Dewi memang terkenal tomboy.
“Assalammualaikum wr wb” Ucap Dewi memulai kuliah tujuh menitnya.
Semua yang hadir di mushola itu kompak menjawab “Waalaikumsalam wr wb”
Namun salah seorang kakak kelas yaitu Kak Surya menjawab salam dengan nada yang terkesan cuek (dan memang pada kenyataannya begitulah gaya bicara ia). Tetapi di luar dugaan, Dewi terdiam sebentar, lalu kemudian berkata
“Maaf bisa diulangi menjawab salamnya? Saya harap menjawab salamnya tidak main-main”
Spontan seluruh yang hadir di mushola itu (termasuk saya) kaget akan ucapan Dewi barusan. Wow, gila! Murid baru sudah berani untuk mengoreksi kakak kelasnya. Ternyata tidak hanya saya saja yang terkejut. Teman-teman kakak kelas Kak Suryapun terkejut sehingga mereka tertawa terbahak-bahak.
Dari kejadian itulah ‘perserteruan’ tidak serius terjadi antara Dewi dan Kak Surya. Bahkan tidak hanya antara mereka berdua saja, saya juga teman-teman lainnyapun terkena imbasnya. Tetapi sungguh ‘perserteruan’ tersebut sangat indah untuk dikenang. Karena memang ‘perseteruan’ itu bagi saya, Dewi, dan teman-teman lainnya sebagai salah satu alternatif bagi kami untuk bisa lebih akrab dengan kakak kelas laki-laki semuanya.
Kalo ngomongin hal yang begitu diingat ketika kelas X di SMA adalah kejadian yang dialami oleh teman saya Dewi (bukan nama sebenarnya) dan kakak kelas Kak Surya (bukan nama sebenarnya). Saat istirahat, seorang kakak kelas perempuan saya Teh Wulan (bukan nama sebenarnya) menghampiri saya dan memberikan jadwal kultum (kuliah tujuh menit). Saya menerima kertas jadwal itu dengan penuh rasa deg-degan. Ouh, bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya, bagi diri saya yang kala itu amat sangat pemalu harus tampil di depan umum dan memberikan materi kultum dihadapan semua siswa.
Ketika itu saya langsung memberitahukan mengenai jadwal itu kepada teman-teman saya yang lainnya. Sebenarnya saya lupa siapa yang pertama kali tampil untuk memberikan materi kultum. Namun hal yang begitu saya ingat adalah ketika giliran Dewi untuk memberikan materi kultum. Ya, saya begitu antusias ingin melihat Dewi ‘berceramah’.
Selesai sholat dzuhur yang dilanjutkan sholat sunnah 2 rakaat, saya dan teman-teman tengah siap untuk duduk manis mendengarkan materi kultum yang kala itu adalah giliran Dewi. Dengan santainya Dewi berjalan menuju mimbar. Sebetulnya dulu Dewi memang terkenal tomboy.
“Assalammualaikum wr wb” Ucap Dewi memulai kuliah tujuh menitnya.
Semua yang hadir di mushola itu kompak menjawab “Waalaikumsalam wr wb”
Namun salah seorang kakak kelas yaitu Kak Surya menjawab salam dengan nada yang terkesan cuek (dan memang pada kenyataannya begitulah gaya bicara ia). Tetapi di luar dugaan, Dewi terdiam sebentar, lalu kemudian berkata
“Maaf bisa diulangi menjawab salamnya? Saya harap menjawab salamnya tidak main-main”
Spontan seluruh yang hadir di mushola itu (termasuk saya) kaget akan ucapan Dewi barusan. Wow, gila! Murid baru sudah berani untuk mengoreksi kakak kelasnya. Ternyata tidak hanya saya saja yang terkejut. Teman-teman kakak kelas Kak Suryapun terkejut sehingga mereka tertawa terbahak-bahak.
Dari kejadian itulah ‘perserteruan’ tidak serius terjadi antara Dewi dan Kak Surya. Bahkan tidak hanya antara mereka berdua saja, saya juga teman-teman lainnyapun terkena imbasnya. Tetapi sungguh ‘perserteruan’ tersebut sangat indah untuk dikenang. Karena memang ‘perseteruan’ itu bagi saya, Dewi, dan teman-teman lainnya sebagai salah satu alternatif bagi kami untuk bisa lebih akrab dengan kakak kelas laki-laki semuanya.
Sabtu, 02 Oktober 2010
Air Mata (puisi)
Air Mata
Dengarkanlah senandung kehidupan ini
Begitu banyak gemuruh hati yang akan menangis
Tapi kali ini tangisan itu terdengar berbeda
Perhatikanlah emosi jiwa alam ini
Maknai arti setiap tetesan tangisan itu
Dapatkah engkau menebaknya wahai langit?
Untukmu yang penuh arti bagi kehidupanku
Ketahuilah bahwa air mata ini untukmu
Dengarkanlah kalimat perasaan wahai hujan
Akan ku perlihatkan pada dunia bahwa air mata ini
Air mata ini adalah air mata penuh bahagia
Kebahagiaan karena aku mempunyai sahabat-sahabatku
Yang telah memberikan kehidupan penuh cinta
Kebahagiaan yang sanggup aku lukiskan pada pelangi
Melalui cahaya mentari
Juga melalui bulan purnama
Aku kirimkan air mata bahagia ini untuk sahabatku
(Untuk semua sahabat jihan)
Dengarkanlah senandung kehidupan ini
Begitu banyak gemuruh hati yang akan menangis
Tapi kali ini tangisan itu terdengar berbeda
Perhatikanlah emosi jiwa alam ini
Maknai arti setiap tetesan tangisan itu
Dapatkah engkau menebaknya wahai langit?
Untukmu yang penuh arti bagi kehidupanku
Ketahuilah bahwa air mata ini untukmu
Dengarkanlah kalimat perasaan wahai hujan
Akan ku perlihatkan pada dunia bahwa air mata ini
Air mata ini adalah air mata penuh bahagia
Kebahagiaan karena aku mempunyai sahabat-sahabatku
Yang telah memberikan kehidupan penuh cinta
Kebahagiaan yang sanggup aku lukiskan pada pelangi
Melalui cahaya mentari
Juga melalui bulan purnama
Aku kirimkan air mata bahagia ini untuk sahabatku
(Untuk semua sahabat jihan)
Never to Look at The Past
He saw me without a smile
Talk to me when he needs to talk
And then he went away
Left me with one question
Why do you like that to me?
But I still fall in love when he is cold to me
My friends say that it's wrong
But I don't care
Now, I think that you will never love me
Cried loudly when thinking if it's true
Ran away to the streets
Rain down gracefully
But he did not come for me
He asked me something
I tried to answer it
But my voice quivered
And he doesn't care about it
Just say thanks when I've answered
Why do you like that to me?
but I still fall in love when he is cold to me
My friends say that I was wrong
And I'm a little concerned
He knew about my feelings to him
But he's still cool to meas if it never happened
And my heart is broken
When I know that he does not care about my feelings
I said to myself 'I will get someone better than him'
And promised never to look at the past
Never to look at the past
Talk to me when he needs to talk
And then he went away
Left me with one question
Why do you like that to me?
But I still fall in love when he is cold to me
My friends say that it's wrong
But I don't care
Now, I think that you will never love me
Cried loudly when thinking if it's true
Ran away to the streets
Rain down gracefully
But he did not come for me
He asked me something
I tried to answer it
But my voice quivered
And he doesn't care about it
Just say thanks when I've answered
Why do you like that to me?
but I still fall in love when he is cold to me
My friends say that I was wrong
And I'm a little concerned
He knew about my feelings to him
But he's still cool to meas if it never happened
And my heart is broken
When I know that he does not care about my feelings
I said to myself 'I will get someone better than him'
And promised never to look at the past
Never to look at the past
Jumat, 01 Oktober 2010
Rabu 29 September 2010
Waktu hujan turun dengan derasnya, di depan komputer saya menatap foto-foto kenangan yang telah lalu. Foto itu bergambarkan kejadian-kejadian selama aku bersekolah di sma istiqamah bandung. Tiba-tiba lagunya miley cyrus - goodbye dan waaah, air mata langsung meleleh! apalagi pas bait lagu I remember those simple thing, I remember till I cry, but the one thing I wish that forget, the memory I wanna forget, is saying goodbye... Di situ baru sadar kalau bentar lagi kita mau pisah :((
Soalnya 3 tahun bersama-sama, udah saling kenal karakter masing-masing. Trus berpisah, Ya Allah beneran berat rasanya pisah dengan mereka. Apalagi di kelas XII ini makin dekeeeett keakrabannya (nah kan, mulai meleleh air mata).
Trus lagunya berubah jadi lagu miley cyrus - I miss you, daaaann fotonya pas foto Yulianti Andriani. Makin deras deh air mata yang keluar. Yuliiii!! kita semua kangen kamu!! kenapa tiba-tiba keluar sih?! (keterangan : Yuli pindah ketika kenaikan kelas ke kelas XII)
Belum pernah ngerasain keakraban yang benar-benar akrab selain di sma istiqamah, jelaslah! muridnya satu kelas cuma 13 orang (hah?? 13 orang? gak salah?!) Ya enggaklah! kita kan sekolah eksekutif :-p
makanya gak heran kalau kita lebih akrab secara batiniah (aduh bahasanya).
Di hari rabu 29 september itu saya ingat akan perkataan seorang guru bahasa sunda yang baru "Kalian teh sedikitan berarti pasti banyak yang cinlok ya?" (ini sudah ditranslate ke bahasa indonesia, aslinya guru itu ngomong dengan bahasa sunda)
Haha, pas rabu sore itu saya baru sadar ternyata hampir 99% anak-anak di kelas cinlok (termasuk saya sendiri? oh pasti dong!! haha). Cuma 2 orang yang tidak saya ketahui secara pasti apa mereka terkena cinlok atau tidak? (tidak akan saya beritahukan bahwa nama 2 orang itu adalah arie dan taufik hilmansyah). Ternyata bener yang guru bahasa sunda itu katakan.
sebenarnya kalau mau membicarakan tentang sma istiqamah bandung, apalagi angkatan ke-2nya (saya dan teman-teman angakatan ke-2) pasti bakalan banyak yang bisa diceritakan. Tapi berhubung judulnya Rabu 29 September 2010, hanya kejadian yang terjadi di hari itu saja yang dapat saya ceritakan :)
Soalnya 3 tahun bersama-sama, udah saling kenal karakter masing-masing. Trus berpisah, Ya Allah beneran berat rasanya pisah dengan mereka. Apalagi di kelas XII ini makin dekeeeett keakrabannya (nah kan, mulai meleleh air mata).
Trus lagunya berubah jadi lagu miley cyrus - I miss you, daaaann fotonya pas foto Yulianti Andriani. Makin deras deh air mata yang keluar. Yuliiii!! kita semua kangen kamu!! kenapa tiba-tiba keluar sih?! (keterangan : Yuli pindah ketika kenaikan kelas ke kelas XII)
Belum pernah ngerasain keakraban yang benar-benar akrab selain di sma istiqamah, jelaslah! muridnya satu kelas cuma 13 orang (hah?? 13 orang? gak salah?!) Ya enggaklah! kita kan sekolah eksekutif :-p
makanya gak heran kalau kita lebih akrab secara batiniah (aduh bahasanya).
Di hari rabu 29 september itu saya ingat akan perkataan seorang guru bahasa sunda yang baru "Kalian teh sedikitan berarti pasti banyak yang cinlok ya?" (ini sudah ditranslate ke bahasa indonesia, aslinya guru itu ngomong dengan bahasa sunda)
Haha, pas rabu sore itu saya baru sadar ternyata hampir 99% anak-anak di kelas cinlok (termasuk saya sendiri? oh pasti dong!! haha). Cuma 2 orang yang tidak saya ketahui secara pasti apa mereka terkena cinlok atau tidak? (tidak akan saya beritahukan bahwa nama 2 orang itu adalah arie dan taufik hilmansyah). Ternyata bener yang guru bahasa sunda itu katakan.
sebenarnya kalau mau membicarakan tentang sma istiqamah bandung, apalagi angkatan ke-2nya (saya dan teman-teman angakatan ke-2) pasti bakalan banyak yang bisa diceritakan. Tapi berhubung judulnya Rabu 29 September 2010, hanya kejadian yang terjadi di hari itu saja yang dapat saya ceritakan :)
Please Welcome
Ok, just please welcome the new blogger (Eng Ing Eng) --> Jihan Az-Zahra Agnel
Mohon bantuannya ya, sebagai pendatang baru agak grogi juga nulis postingan pertama >,<
mudah-mudahan blog ini ke-urus dengan baik (amin Ya Allah)
salam kenal........ :)
Mohon bantuannya ya, sebagai pendatang baru agak grogi juga nulis postingan pertama >,<
mudah-mudahan blog ini ke-urus dengan baik (amin Ya Allah)
salam kenal........ :)
Langganan:
Postingan (Atom)
























