Kamis, 14 Oktober 2010

Puisi

KINI DAN NANTI

Selalu, entah itu kini dan nanti
Aku berusaha menerjemahkan arti yang tersirat dari lubuk hatiku
Berusaha sebaik mungkin kala aku bertingkah
Berusaha mengerti betapa susahnya menghilangkan bayangan wajahnya
Berusaha memaafkan diriku kala aku tidak berani menatap matanya

Entah itu kini dan nanti
Aku menangis tatkala hatiku berdetak
Aku tertawa tatkala hatiku berdegup
Aku terima tatkala ini yang dinamakan cinta

Kini dan nanti
Aku baru sadar bahwa hanya dirinya yang menguasai pikiranku

Kini dan nanti
Aku yakin dirinya yang menyusup ke dalam jiwa dan hati ini
Mendobrak kegelisahan
Menghancurkan ketenangan
Mengindahakan mimpi-mimpiku

Kini dan nanti
Aku akan berlari menempuh perjalanan gersang
Dan akan aku nikmati keindahan juga kasih sayangnya
Tatkala aku dan dirinya akan terus bersama entah itu kini dan nanti




Pesan : puisi ini saya buat waktu duluuuuuuuuuuuuuuuuu sekaliiiiiii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar