Minggu, 01 Januari 2012

Mochi

Huaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Sudah lama ya tidak update blog ini... Terakhir bulan oktober, well wajar! soalnya mulai dari akhir bulan oktober sampai desember fokus saya di kuliah, bantuin garapan Syekh Siti Jenar, dan lain-lain. Hehe
Oke-oke, ayo kita mulai dengan kejadian yang terjadi pada tanggal 30 Desember 2011
Hari itu selesai nonton Musikal Lutung Kasarung, gue inget dengan sekotak mochi yang tersimpan manis di dalam tas gue. Mochi itu pemberian tiba-tiba dari seorang teman (katanya sih oleh-oleh dari kampungnya). Karena laper, alhasil gue melahap semua mochi tersebut. Mochinya yang warna putih dan berisi kacang. Enak banget!
Malemnya, gue iseng ngomong gini 'Mochi itu asalnya dari daerah mana sih?'
Papa yang denger langsung ikut komen 'Nah ayo, dari daerah mana hayo??'
Gue ngeliat mama yang saat itu sedang sibuk baca novel, berharap mendapat bantuan dari beliau. Untungnya mama nyadar dengan tatapan gue. Tapi mama malah bilang 'Gak tau mama juga, dari daerah mana ya?'
Gubrak!
Akhirnya gue nyerah -well sebenernya gue gak suka banget harus kalah dari papa- tapi kondisi memaksa gue -sekali-sekali- harus ngalah.
'Dari sukabumi atuh'
'Oh iya ya, lupa' Kata gue yang gak mau ngalah
Papa yang heran dengan pertanyaan gue tadi langsung bertanya 'Kenapa emangnya dis? Gadis mau mochi'
'Iya mau'
'Coba bentar, papa telepon temen papa dulu dia lagi ada di Sukabumi, papa nitip mochi deh ke dia'
Lalu papa menelepon temannya, berbasa-basi, kemudian langsung ngomong ke permasalahan.
'Iya katanya dis, nanti kalau dia balik ke Bandung di bawain'
Gue pikir pulangnya masih seminggu kemudian. Secara sekarang akhir tahun kan?
Ternyata gue salah, tepat tanggal 1 Januari 2012 papa bilang ke gue kalau temennya itu nanti siang mau dateng. Iya! Temennya yang mau bawain mochi itu. Pikiran gue saat itu... Cepet banget?! Tapi baguslah... hehe
Hal yang mengejutkan tidak berhenti sampai di situ. Gue selalu ngebayangin kalau temennya bakal bawain 1 iket kotak mochi. Gak lebih. Berhubung papa nelponnya malam hari dan mendadak. Ternyata gue salah lagi! Temen papa ini bawain 3 iket kotak mochi!! Mimpi apaaa gue semalem?!
Gue gak sempet merhatiin kondisi kotak mochi itu karena sibuk ngasih minum dan cemilan untuk tamu papa itu. Pas gue tanya ke mama di mana beliau simpen mochi-mochinya, mama ngejawab 'Itu ada di dapur, banyak semutnya. Semut merah yang kecil-kecil. Gadis yang urus ya, kan gadis yang mau'
Awalnya gue gak percaya, tapi pas gue cek ternyata benar.
Gak begitu jelas sih semut-semutnya

Itu yang warna merah
 Cuma 3 kotak yang terselamatkan dari ancaman si semut merah ini
Untungnya masih bisa diselamatkan semua mochi-mochi itu. Caranya, dalam kotak mochi itu ada plastik kan? nah, ambil dulu plastiknya, biar si semut leluasa mencari jalan ke luar. Udah gitu ambil satu per satu mochinya dan taro di toples. Easy! Tapi capek juga sih...
Lumayaaaaaaan...
Ternyata mochinya ada yang warna ijo dan putih. Meskipun keduanya mengandung kacang sih. Tapi tetep aja menurut gue lebih enak yang warna putih. Entah kenapa.


Berawal dari iseng hingga menjadi kenyataan yang membahagiakan. Akhirnya pada kesimpulan 'Segala sesuatu yang berawal dari iseng, jika dijalani dengan serius akan berbuah manis'. Tanpa direncakan dan tanpa kita sadari.

Show your love! Keep fighting! Have fun!