Minggu, 03 Juni 2012

Puisi

SENJA

Senja selalu menjadi wacana yang hangat
Silau senja berkilau dengan damai
Anginnya menggoyangkan rerumputan dengan rapi
Aku menatap awan
Ah, mengapalah bentuknya menyerupai wajahmu?
Apa kau menyadarinya?
Lukisan wajahmu di langit sana
Atau hanya aku yang dapat melihatnya?
Di langit itu wajahmu tersenyum
Jangan... kau tidah seharusnya tersenyum di langit!
Karena senyummu hanya untukku
Biarkanlah senyuman itu aku simpan dalam hatiku
Agar dapat selalu ku lihat senyummu
Meski telah terpejam mataku
Di senja yang hangat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar