kenapa?? karena alasan yang simpel. saya suka. itu saja. bukan karena honor, bukan karena pekerjaan yang keren, dan bukan karena ingin terkenal. saya suka dan saya menikmati menjadi penulis dan bahkan mungkin penulis naskah.
sebetulnya, hal yang memotivasi saya untuk menjadi penulis adalah untuk melihat senyuman, tangisan, dan tawa pembaca yang menikmati karya saya. saya ingin sekali melibatkan emosi pembaca setiap kali melihat karya saya. saya ingin mengajak para pembaca untuk berimajinasi, dan memetik hikmah dari karya yang saya buat.
mudah, tinggal menulis-menerbitkan-kemudian melihat hasilnya. ya, sesimpel itu untuk membuat sebuah karya tulis semacam novel. tapi tidak sesimpel itu dalam prakteknya! (apalagi untuk pelajar seperti saya). saya harus pandai-pandai mengatur waktu antara belajar dan menyalurkan hobi. saya juga harus pandai-pandai untuk mengusir godaan setan internet (haha, fb-an, twitter-an, ym-an, youtube-an, googling, daaan macem-macem). tapi tidak hanya itu, saya harus bisa mengendalikan emosi ketika sedang menulis. apalagi pada bagian yang sedih dan harus saya tulis senatural mungkin. terkadang saya juga ikut menangis (orangnya gampang terharu nih saya -_-) terkadang saya juga ikut bingung.
hmm, beberapa penulis yang saya sukai adalah Habiburrahman El-Shirazy, Indari Mastuti, Enid Blyton, Ilana Tan, JK Rowling, Nicholas Sparks, Sir Arthur Conan Doyle, dan Agatha Christie.
selama ini, hal yang saya pelajari untuk menjadi penulis yang baik adalah :
1. kosongkan pikiran, dan isi dengan imajinasi-imajinasi latar, alur, dan karakteristik tokoh dalam cerita yang akan kita buat.
2. jangan maksa! (kalau cuma bisa 2-3 halaman per hari itu udah bagus, tapi kalau cuma bisa 1-5 paragraf per hari itu sudah baik, yang penting jangan maksa ntar jelek ke jalan ceritanya)
3. bayangkan konflik apa yang mau kita buat dan bagaimana cara penyelesaian konfliknya.
4. ciptakan karakter tiap tokoh yang kuat dan khas.
5. kalau bisa, ada kejutan dalam cerita kita yang tidak mungkin ditebak oleh pembaca.
6. kalau masalah judul cerita, itu bisa diakhir cerita kita ciptakan. tapi kalau emang mau diawal ketika kita membuat cerita itu juga bagus tapi konsekuensinya cerita yang kita buat harus sesuai dengan judul
7. jangan pernah pesimis, kalau udah setengah bahkan hampir selesai ceritanya trus tiba-tiba datanya hilang tanpa jejak mungkin kita akan down tapi itu bukan alasan untuk berhenti menulis. atau mungkin belum diterima oleh penerbit dan diminta untuk mengulanginya (apalagi kalau udah dikritik yang pedas) mungkin kita akan kesal dan hampir putus asa tapi sekali lagi, itu bukan alasan untuk berhenti menulis apalagi untuk yang mempuyai bakat secara natural dalam bidang tulis menulis, sesungguhnya kritkan dari siapapun itu bersifat membangun (pada dasarnya, semua alasan yang membuat pesimis adalah pengalaman pribadi saya :p)
well, itulah 7 hal dalam menulis versi
terus menulis!
doakan semoga saya dapat menjadi penulis yang baik :)
asah terus sense menulisnya..
BalasHapus